Aktivitas gerak tubuh manusia bergantung pada efektifnya interaksi antara sendi yang normal dengan unit-unit neuromuscular yang menggerakkannya. Elemen tersebut juga berinteraksi untuk mendistribusikan stresmekanik ke jaringan sekitar sendi. Otot, tendon, ligamen, rawan sendi dan tulang Saling bekerja sama agar fungsi tersebut dapat berlangsung dengan sempurna (Noer, S., 1996). Pembedahan dilakukan pada klien yang mengalami disfungsi musculoskeletal, untuk mengoreksi masalah-maslah yang ditimbulkan. Masalah yang dikoreksi meliputi stabilitasfraktur, deformitas, penyakit sendi, jaringanin feksiataunekrosis, sindrom kompartemen, bahkan terhadap tumor. Sekitar tahun 1951 diperkenalkan satu bedah orthopedi yang ditemukan oleh GavrielIlizarov, seorang ahli ortopedikasal Rusia. Teknik yang dikenal dengan nama Ilizarov. Selama ini, operasi yang dilakukan di Indonesia masih menggunakan metode ilizarov. Metode itu digunakan untuk mengoreksi bentuk kaki yang tidak simetris atau dikenal dengan istilah osteogenesisdistraksi. Caranya, dengan melakukan pembukaan tulang dari luar kedalam. ''Kelemahannya, pasien merasa tidak nyaman, luka sayatan pun menjadi lebih besar, proses penyembuhannya menjadi lebih lama, bila tidak hati-hati, bisa timbul infeksi. Sekarang telah diketemukan metode pembedahan tulang baru yang disebut dengan metode “Fitbone“.Berbeda dengan Ilizarov, metode fitbone dilakukan pertama kali di Singapura pada Tahun 2001, teknik fitbone ini merupakan teknik dengan teknologi tinggi dan efek samping yang sangat kecil. Selain itu, teknik ini bisa membuat pasien kembali beraktivitas seperti semula. Agar asuhan keperawatan bedah dasar dapat terlaksana sesuai standar yang berlaku, maka dibutuhkan SDM perawat yang kompeten dalam bidang ortopedi. Kompetensi tersebut dapat dicapai melalui pelatihan bedah dasar.
Tujuan Umum:
Meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.
Tujuan Khusus:
1. Peserta mengetahui perkembangan terkini penanganan mendasar kegawat daruratan ortopedi
2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dasar perawat tentang keperawatan ortopedi
3. Meningkatkan Kemampuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dalam kasus kegawat daruratan ortopedi dan traumatologi
4. Peserta mengetahui batasan kewenangan perawat dalam penatalaksanaan kegawat daruratan ortopedi
Segera daftar pelatihan berikut ini
Login / registrasi terlebih dahulu untuk mendaftar pelatihan.
Diklat Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta