A. LATAR BELAKANG
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang wajib menjamin terselenggaranya pelayanan yang aman, bermutu, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Salah satu komponen penting dalam menjamin mutu pelayanan tersebut adalah tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi, kompetensi, dan kesiapan klinis sesuai dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit. Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi pada setiap area pelayanan rumah sakit dan membutuhkan kemampuan tenaga kesehatan untuk melakukan pengenalan dini, penilaian awal, stabilisasi, resusitasi, serta koordinasi dan rujukan secara cepat dan tepat. Kegawatdaruratan akibat trauma maupun kondisi kardiovaskular merupakan kondisi yang membutuhkan kompetensi khusus karena keterlambatan atau kesalahan penatalaksanaan dapat meningkatkan risiko kecacatan maupun kematian. Salah satu bentuk pengembangan kompetensi yang relevan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi tersebut adalah Basic Trauma Cardiovascular Life Support (BTCLS). Program BTCLS pada umumnya mencakup penilaian awal pasien, bantuan hidup dasar, pengelolaan jalan napas dan pernapasan, penatalaksanaan trauma, gangguan sirkulasi dan kegawatdaruratan kardiovaskular, triase, serta prinsip evakuasi dan rujukan. Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting bagi RSO Soeharso dalam rangka penguatan kesiapan sumber daya manusia, pemenuhan standar kompetensi, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta persiapan transformasi pelayanan menjadi Rumah Sakit Umum (RSU). Selain aspek pelayanan, penyelenggaraan pelatihan BTCLS merupakan salah satu bentuk tindak lanjut terhadap Training Needs Assessment (TNA) Diklat RSO Soeharso Tahun 2026, khususnya kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan dan resusitasi. Kegiatan ini juga dapat mendukung pencapaian Training Effectiveness Index (TEI) Rumah Sakit Vertikal. Kebijakan indikator kinerja Rumah Sakit Vertikal tahun 2026 menetapkan bahwa tenaga kesehatan dan tenaga medis diharapkan memperoleh 40 jam pembelajaran (JPL), dengan peningkatan kompetensi yang difasilitasi oleh rumah sakit. TEI dihitung berdasarkan persentase tenaga kesehatan dan tenaga medis yang mencapai 40 JPL dari peningkatan kompetensi yang difasilitasi rumah sakit. Dengan demikian, pelatihan BTCLS mempunyai nilai strategis karena dapat memberikan manfaat secara simultan terhadap peningkatan kompetensi klinis, pemenuhan kebutuhan TNA Diklat, pemenuhan persyaratan kualifikasi SDM dan akreditasi, pemenuhan 40 JPL serta pencapaian TEI, dan transformasi RSO Soeharso menjadi RSU.
Segera daftar pelatihan berikut ini
Login / registrasi terlebih dahulu untuk mendaftar pelatihan.
Diklat Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta