
Pelayanan kesehatan di era modern menuntut pendekatan holistik dan berpusat pada pasien (patient centered care), khususnya bagi pasien pasca tindakan medis seperti operasi ortopedi, bedah mayor, atau kondisi akut yang berdampak pada kemampuan mobilisasi. Ketika pasien tidak segera dimobilisasi secara tepat, berbagai komplikasi dapat muncul, seperti infeksi luka, pneumonia, deep vein thrombosis (DVT), dekubitus, penurunan fungsi otot, hingga meningkatnya lama rawat di rumah sakit. Kondisi ini tidak hanya memperberat beban klinis pasien, tetapi juga berdampak pada meningkatnya biaya perawatan dan menurunnya mutu pelayanan rumah sakit. Dalam konteks tersebut, kolaborasi lintas profesi khususnya antara perawat, fisioterapis, dokter, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lain menjadi strategi esensial untuk mencegah komplikasi dan mempercepat kemandirian mobilisasi pasien. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling dekat dengan pasien memiliki peran sentral dalam memastikan keamanan mobilisasi, melakukan asesmen berkala terhadap kondisi fisik dan risiko, serta memberikan edukasi yang berkelanjutan. Sementara itu, fisioterapis memberikan intervensi profesional untuk pemulihan fungsi biomekanik dan kemampuan gerak yang optimal. Sinergi antarprofesi inilah yang dapat menghasilkan rencana mobilisasi yang komprehensif, efektif, serta sesuai dengan kebutuhan individual pasien.
Segera daftar pelatihan berikut ini
Login / registrasi terlebih dahulu untuk mendaftar pelatihan.
Diklat Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta